mempunyai sifat ikhlas sangatlah sulit dan inilah adalah salah satu pengalaman hidupku tentang bagaimana sulitnya mengikhlaskan sesuatu.
pada waktu itu di kelas sedang ada penyeleksian siswa untuk mengikuti workshop sumpah pemuda di taman mini indonesia indah, dan aku menjadi salah satu nominasi, tetapi pada akhirnya aku tersisih. aku sangat sedih, jujur aku sedih hingga aku membenci teman sekelasku yang bernama rikha, padahal bila di lihat dari pemahaman iptek nya aku lebih paham di bandingkan dia. aku sangat amat tidak ikhlas untuk tersisih. namun, setelah beberapa hari aku mulai bisa mengikhlakannya dan akupun mulai mau membantu rikha dalam mempelajari power point. baru saja aku bisa memaafkan dan mengikhlaskan kegagalanku, tapi aku menjadi benci kembali pada rikha.
beberapa hari sebelum keberangkatan, rikha mempersentasikan power point butannya di depan tean - teman kelas. "siapa yang bawa mouse?" kata pak hasan. "aku!" kataku, akhirnya rikha meminjam mouse milikku. perasaanku sangt tidak enak saat meminjakan mouse ku pada rikha. tak lama kemudian, benr saja. mouse ku rusak!! kabel mouse ku tak bisa kembali seperti semula (kabel mouse roll otomatis). ya allah .. cobaan apa lagi ini??!!! aku menangis keras di kelas, setelah sekitar satu jam aku menangis rikha menghampiri ku, dia meminta maaf atas ksalahannya. tapi aku tidak memaafkan rikha. rikha tidak tahu, betapa berharganya mouse ku itu, betapa bersejarahnya mouse ku, mouse ku tersayang kini tak ada lagi. setiap hai rikha selalu meminta maaf padaku, tapi aku selalu menolak untuk di ajak bicara. setelah beberapa hari, aku merasa kasiha pada rikha, dan aku meminta maaf padanya karena aku menjadi merasa bersalah. rikha memaksaku untuk mau menerima mouse pengganti darinya, tapi aku pun menolak untuk di ganti. aku mulai bisa mengikhlaskan mouse ku.
belum juga genap 1 bulan setelah kerusakan mouse ku. temanku yang satu, bernama farid menjatuhkan laptopku dari atas meja. ASTAGFIRULAH, sekarang ada dua orang yang pernah aku benci. tapi semua orang di kelas mencoba menjelaskan bahwa farid itu tidak sengaja.
akhirnya semua kejadian itu aku lupakan dan aku masih belajar cepat mengikhlaskan segala yang sudah seharusnya terjadi. ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar